Berbagai macam sistem dibuat untuk membantu melaksanakan metode pembelajaran. Salah satunya untuk membantu proses penilaian atau evaluasi dalam mengukur kemampuan peserta didik dalam menjawab pertanyaan dari suatu tes atau ujian. Tes dimaksudkan untuk mengukur taraf pencapaian sasaran pengajaran untuk peserta didik pada suatu bidang studi yang ditempuh. Bentuk soal tes dibagi menjadi dua bentuk utama, yaitu soal tes bentuk objektif dan soal tes bentuk uraian (essai). Pemilihan tes yang tepat akan berpengaruh terhadap hasil evaluasi yang valid. Namun, saat ini jenis tes yang paling sering digunakan pada setiap instansi pendidikan yaitu tes yang belum memperhatikan kemampuan kognitif peserta didik yang ingin dites. Hal ini menimbulkan masalah, yaitu ketidaksesuaian hasil evaluasi dikarenakan ketidaktepatan antara capaian pembelajaran yang telah dituangkan di Rencana Pembelajaran Semester (RPS) dengan jenis evaluasi yang diberikan. Permasalahan tersebut muncul dikarenakan tidak adanya pengetahuan mengenai konsep pemilahan kemampuan kognitif peserta didik berdasarkan capaian pembelajaran yang ingin diperoleh. Berdasarkan konsep Taksonomi Bloom, terdapat 6 tingkatan ranah kognitif, yaitu mengingat (C1), memahami (C2), mengaplikasikan (C3), menganalisis (C4), mengevaluasi (C5), dan mencipta (C6). Sebagai contoh tes pilihan ganda merupakan tes yang mencakup ingatan akan hal-hal yang pernah dipelajari yang direpresentasikan dalam bentuk jawaban pilihan ganda. Berdasarkan konsep Taksonomi Bloom, kemampuan untuk mengingat termasuk ke dalam tingkatan pertama (level rendah) dari 6 tingkatan yaitu pengetahuan (knowledge) atau disebut C1. Sedangkan untuk tes essai, mencakup beberapa kemampuan seperti kemampuan untuk menangkap makna/arti dari hal yang dipelajari, kemampuan menganalisis, kemampuan memberikan argumen dan kemampuan yang lainnya. Dimana dalam Taksonomi Bloom kemampuan-kemampuan tersebut tingkatannya lebih tinggi dari C1. Pemilihan bentuk tes yang tepat dan soal yang ditetapkan akan mempengaruhi tingkat kevalidan hasil belajar. Berdasarkan permasalahan tersebut, dianggap perlu untuk mengembangkan suatu media evaluasi yang terdiri dari beberapa jenis tes dengan beberapa pilihan ranah kognitif sesuai dengan tingkatan pendidikan peserta didik. Soal tes yang baik akan mampu mengevaluasi sejauh mana peserta didik menguasai indikator yang sudah ditentukan oleh pengajar.
Kata kunci : Kognitif, Media Evaluasi, Peserta Didik.
Niken Riyanti : 0896 0668 4746 Email : [email protected]
Nova Agustina : 0813 2032 9095 Website : selisik.sttbandung.ac.id