Saat ini perkembangan teknologi dalam fungsi storage sudah semakin komplek, dimana terdapat berbagai macam dan jenis server, sistem operasi, media penyimpanan dan aplikasi yang diakses oleh berbagai macam komputer client. Hyper-V adalah platform virtualisasi berbasis hypervisor. Sedangkan hypervisor dikenal juga sebagai Virtual Machine Manager (VMM). VMM (Virtual Machine Manager) adalah salah satu dari teknik hardware virtualisasi yang memungkinkan beberapa sistem operasi (dikenal sebagai guest) yang berjalan diatas sebuah host komputer. Karena itu berkembang pula teknologi RAID yang dapat mengatasi permasalahan penyimpanan data. Teknologi ini digunakan sebagai duplikasi data sehingga jika terjadi harddisk rusak namun data yang tersimpan didalamnya akan tetap dapat diakses oleh user. Pada penelitian ini, penulis mencoba membuat Virtual Disk atau Storage Area Network (SAN) berbasis Hypervisor menggunakan Hyper-V dengan protokol iSCSI Target Server dan melakukan percobaan penyimpanan data menggunakan RAID pada Hyper-V di Windows Server 2016 Datacenter. Hasil dari penelitian ini merupakan sebuah tempat penyimpanan data virtual yang terdapat pada volume harddisk client, namun tidak terlihat keberadaannya.
Kata kunci : Hyper-V, Hypervisor, Windows Server 2016, Server, Storage Area Network (SAN), Microsoft, Storage, Datacenter.
Niken Riyanti : 0896 0668 4746 Email : [email protected]
Nova Agustina : 0813 2032 9095 Website : selisik.sttbandung.ac.id