Transformasi generasi berjalan beriringan dengan evolusi dan revolusi teknologi yang sekaligus membawa andil pada perubahan d i berbagai bidang. Generasi digital, dengan karakteriski mereka yang terhubung dalam 24 jam per hari, merasa nyaman dengan teknologi dan lebih suka berkomunikasi dengan menggunakan layanan teknologi, daripada melalui cara-cara yang lebih konvensional, sejatinya dapat dengan mudah melakukan penyesuaian di Era Industri 4.0 dimana ketersediaan informasi secara cepat dan tepat dengan dukungan Teknologi Informasi. Berlokasi di salah satu universitas yang sudah mapan di Bali yang terletak di pusat tujuan pariwisata di Jimbaran Bali, studi ini diterapkan pada calon mahasiswa baru mereka. Secara praktis, universitas itu sendiri memiliki sistem E-Learning yang telah terbukti. Mendapatkan kesempatan untuk memperluas kemampuan Bahasa Inggris mereka, sebelum secara resmi terdaftar pada sistem kampus, calon mahasiswa baru ini, tidak memiliki media untuk terlibat dengan dosen atau teman sekelas mereka. Oleh karena itu, ada kebutuhan untuk teknologi pendidikan yang menawarkan platform komunikasi, kolaborasi, dan pelatihan. Menerapkan metode analisis deskriptif, studi ini dilakukan dengan skema pra, semasa dan pasca evaluasi pada proses pembelajaran Blended Learning yang merupakan penggabungan pembelajaran kelas konvensional, E-Learning, termasuk pengadaan survei di akhir semester, untuk mendapatkan umpan balik dari peserta didik. Hasilnya mencerminkan bahwa pembelajaran Blended Learning lebih efektif dan dapat diterima oleh peserta didik pada jenjang pendidikan tinggi, di kelas yang diuji cobakan, dimana sebagian besar merupakan Digital Native.
Kata kunci : Blended Learning, Digital Learning, Digital Native, Industry 4.0, Kharakteristik Generasi.
Niken Riyanti : 0896 0668 4746 Email : [email protected]
Nova Agustina : 0813 2032 9095 Website : selisik.sttbandung.ac.id